Harus Tegas Mau Hidup Bagaimana

DI 26012026

Wahyu 22:11-12
Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!”
“Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya.

Apa pandangan kita terhadap orang yang kadang baik, kadang jahat, kadang benar, kadang ngawur, kadang rohani, tp kadang jg duniawi?

Ketegasan itu penting utk menentukan apa yg kita inginkan. Kalau ditanya mau makan apa tp jawabannya terserah, ini membuat kebingungan tersendiri. Tuhan ingin kita ini punya ketegasan dlm hidup, mau jadi org kudus atau hidup cemar? Mau jadi rohani atau duniawi? Org yg tdk tegas bs dibilang sbg org berpikiran ganda: A double minded man is unstable in all his ways (Yakobus 1:8 KJV). Hidup tdk stabil, langkah-langkah hidupnya tdk menentu arahnya, ibarat anak kecil yg bingung cita-citanya mau jadi apa? Dlm kuliah jg demikian, harus menentukan fakultas apa yg ingin dimasuki, kalau tiap semester ganti fakultas terus, rugi waktu & biaya, bs jadi nantinya tdk akan pernah jadi sarjana bidang apapun. Di akhir zaman ini, kita hrs tegas, jenis kehidupan apa yg jadi tujuan hidup kita.

Dari pihak Tuhan, Dia sediakan upah atau reward utk setiap perbuatan kita. Tapi kita hrs jelas dlm menentukan hidup kita dalam dunia ini, sbg org kuduskah atau org najis? Ketegasan ini yg hrs kita tunjukkan, kita tdk tahu masih tersisa brpa lama hidup dalam dunia ini, cukupkah waktu yg tersedia utk membangun pondasi hidup kita? Di akhir hidup kita, ditemukan sbg org benar? Atau justru sedang berbuat yg cemar? Fungsi pertobatan sejati itu muak terhadap dosa dan berjalan masuk dlm kekudusan hidup yg Tuhan inginkan. Biasanya kalau belum dibuat Tuhan tersudut, org berani melawan Tuhan dan menolak bertobat. Jgn sampai ini terjd pd hidup kita, tunggu kehilangan semuanya baru terpaksa bertobat. Jangan permainkan Tuhan, selama masih hidup & diberikan nafas, bertobatlah.

Upah bagi org yg bertobat dan hidup benar adalah keselamatan kekal, jgn sampai kita menyesal nantinya hidup kekal tapi bukan dalam surga.

Posted in Renungan | Comments Off on Harus Tegas Mau Hidup Bagaimana

Manusia Yang Dia Selamatkan

DI 24012026

Ibrani 2:16-17
Sebab sesungguhnya, bukan malaikat-malaikat yang Ia kasihani, tetapi keturunan Abraham yang Ia kasihani.
Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa.

Malaikat yg jatuh dlm dosa yaitu iblis serta anak buahnya, tdk diselamatkan Tuhan, tp manusia yg berdosa, Dia Selamatkan karna Dia mengasihani kita.

Ini bs dimengerti sbg suatu pemahaman yg sederhana: manusia sbg ciptaan Tuhan itu lebih berharga dr para malaikat. Tak heran Dia mengutus malaikat utk melayani para manusia yang menerima keselamatan-Nya (Ibrani 1:14). Dlm beberapa kisah Alkitab, malaikat jg melarang manusia utk hormat dgn menyembahnya: “Dan aku, Yohanes, akulah yang telah mendengar dan melihat semuanya itu. Dan setelah aku mendengar dan melihatnya, aku tersungkur di depan kaki malaikat, yang telah menunjukkan semuanya itu kepadaku, untuk menyembahnya. Tetapi ia berkata kepadaku: “Jangan berbuat demikian! Aku adalah hamba, sama seperti engkau dan saudara-saudaramu, para nabi dan semua mereka yang menuruti segala perkataan kitab ini. Sembahlah Allah!” (Wahyu 22:8-9) Jadi kita dilarang utk menyembah semua malaikat jenis apapun, hanya Tuhan yang patut disembah.

Kita semua berharga di mata Tuhan, tetapi itu bukan alasan bagi kita utk menunda dr hidup benar di hadapan Tuhan. Ada orang yg berpikir hidup benar nanti di masa tua saja, masa muda gunakanlah utk santai & tdk berpikir ttg kerohanian, toh nanti juga pasti diselamatkan jg, hidup hanya sekali di dunia, kan? Kadang org-org spt itu lupa, umur itu rahasia Tuhan, kalau blm sempat bertobat lalu meninggal, masuk ke neraka! Jgn tunda pertobatan, hiduplah dg serupa sebagaimana Kristus telah hidup, selama Tuhan masih memberi nafas. Kenikmatan dunia hanya fana sifatnya, tdk sebanding dgn kebahagiaan kita hidup kekal di dalam surga nanti. Hidup di dunia layaknya hanya sebuah titik dibanding garis kekekalan yg tanpa akhir, jgn salah mengejar sesuatu di dlm hidup ini, hrs seimbang antara jasmani dan rohani.

Kita berharga di mata Tuhan, tapi tdk boleh kita meremehkan kasih Tuhan, hiduplah dg benar di hadapan Tuhan, sampai nanti kita hidup kekal bersama Dia.

Posted in Renungan | Comments Off on Manusia Yang Dia Selamatkan

Malaikat Yang Menguatkan

DI 23012026

Lukas 22:43 ILT3
Dan seorang malaikat dari surga tampak kepada-Nya untuk menguatkan Dia.

Malaikat dr surga menguatkan Yesus saat Dia berdoa di Taman Getsemani, dari sini kita bs memahami salah satu peran yang malaikat lakukan yaitu menguatkan.

Beberapa peran malaikat dapat kita temui di bbrpa peristiwa dlm Alkitab, ada peran sbg pembawa pesan, berperang, melayani, bahkan dlm kitab Wahyu dituliskan bahwa malaikat jg nantinya memberitakan Injil di akhir zaman: “Dan aku melihat seorang malaikat lain terbang di tengah-tengah langit dan padanya ada Injil yang kekal untuk diberitakannya kepada mereka yang diam di atas bumi dan kepada semua bangsa dan suku dan bahasa dan kaum (Wahyu 14:6). Jd ketika kita lemah, Tuhan bisa utus malaikat utk menguatkan serta melayani kita, karena memang tugas yang mereka miliki: “Bukankah mereka semua adalah roh-roh yang melayani, yang diutus untuk melayani mereka yang harus memperoleh keselamatan?” (Ibrani 1:14).

Jadi malaikat itu roh, namun ketika suatu saat mereka ditugaskan ke dunia, mereka bisa dilihat manusia dan disentuh, namun seringkali lebih sering terlihat jika karunia penglihatan seseorg sdg aktif. Ketika kita lemah, Tuhan menguatkan kita, malaikat Dia utus utk melayani kita. Jadi setiap org memiliki malaikat yg Tuhan utus melayani, dlm kalangan kharismatik ptofetik, mereka yakin bs ‘memerintah’ malaikat dlm batas tertentu. Yang kita yakini adalah Tuhan itu peduli dgn kita, Dia melindungi, menjaga, menolong kita, salah satunya dgn peran malaikat yg Dia utus. Kita tdk sendirian di dlm menghadapi berbagai keadaan hidup kita di dunia. Jgn cepat menyerah dan juga putus asa, walau malaikat tdk terlihat mata jasmani kita, mereka selalu melihat kita dg penuh kewaspadaan.

Malaikat diutus Tuhan utk melayani orang yg akan diselamatkan, karena itu pastikan kita tetap tinggal dlm keselamatan yg sdh kita terima.

Posted in Renungan | Comments Off on Malaikat Yang Menguatkan

Belum Seberapa Melawan

DI 22012026

Ibrani 12:2, 4 ILT3
sambil memandang kepada YESHUA, Penguasa dan penyempurna iman, yang dengan mengabaikan aib ganti sukacita yang disediakan bagi-Nya, Dia tabah memikul salib; maka Dia telah duduk di sebelah kanan takhta Elohim.
Ketika bergumul dengan dosa, kamu belum melawannya sampai tetesan darah.

Peristiwa Yesus memikul salib disebutkan dlm ayat ini dihubungkan dgn pergumulan kita melawan dosa, yg kita gumulkan tidak seberapa dibandingkan apa yg Yesus telah nyatakan saat Dia memikul salib.

Penderitaan Yesus saat proses menuju & saat disalibkan, tentu sangat berat, semua Dia tanggung dgn tabah, karena Dia tidak ingin apa yg Bapa perintahkan itu menjadi gagal. Peristiwa mencucurkan darah bisa kita lihat dimulai sejak pergumulan Yesus di Taman Getsemani, di mana Dia sangat paham beratnya apa yg akan terjadi nanti, ayat ini: “Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah” (Lukas 22:44) Tingkat pergumulan yg sangat tdk biasa, tapi demi misi penyelamatan manusia, Yesus tabah menghadapinya. Pergumulan kita melawan dosa belumlah sampai yg terjd pada Yesus di dlm kisah ini, kita terkadang hanya bisa bertahan sebentar dan akhirnya mengakui ‘kehebatan’ daya tarik dan kuasa dosa yg akhirnya membuat kita toleran mengikuti kemauannya.

Pertanyaan bagi kita: seserius apa niat kita utk melawan keinginan dosa? Sebagian dr org pd umumnya berpikir logika: manusia bukan Tuhan, masih berdosa, wajarlah jika masih kadang berbuat dosa. Pikiran yg spt ini pasti melemahkan kekuatan seseorg di saat menghadapi godaan berbuat dosa, ini ditambah lagi kalau tdk ada orang lain yg melihat, aman, lebih bahaya lagi jika dosa itu dlm wujud pikiran dan niat jahat, tidak ada org yg sanggup mengetahui isi pikiran kita. Ada org yg bahkan tdk malu ketika yg dia lakukan sbg dosa itu ketahuan, berkilah bhw dia khilaf sesaat, terbawa emosi, juga berkata bhw dia tdk sengaja berbuat dosa. Benarkah ada dosa yg tdk disengaja? Hal ini jelas hanya alasan yg dicari-cari untuk membenarkan diri sndri dan menghindari hukuman yg seharusnya dia terima.

Lawanlah dosa dimulai dari memadamkan keinginan berbuat dosa, seriuslah di saat bergumul melawannya, jgn toleran apalagi menyerah begitu saja.

Posted in Renungan | Comments Off on Belum Seberapa Melawan

Langkah Kehidupan

DI 21012026

Ibrani 12:1 ILT3
Oleh karena itu, kita juga, karena mempunyai begitu besar awan kesaksian yang mengelilingi kita, dengan menyingkirkan segala rintangan dan dosa yang mudah menjerat, marilah kita berlomba dengan ketekunan dalam perlombaan yang disediakan sebelumnya bagi kita,

Hidup ini bs digambarkan jg seperti suatu perlombaan yg Tuhan sediakan utk setiap kita, spt seorg atlit yg sdh didaftarkan dlm sebuah perlombaan atau pertandingan.

Perlombaan ini wujudnya seperti berlari di lintasannya, layaknya lomba lari, tdk boleh berlari di luar lintasan yg sudah ditentukan. Siapa yg tercepat sampai garis finish, dia yg menang. Garis finish di sini bukan dlm pengertian garis akhir yg adalah kematian ya, garis akhir itu bs dimaknai garis finish di perlombaan terakhir tiap org, ibaratnya itulah akhir karier si pelari, mau pensiun dr kariernya sbg atlit, mengikuti perlombaan yg terakhirnya. Berlari tdk boleh membawa beban karena kecepatan larinya pasti jadi melambat. Ayat ini menyebut ada 2 hal yg tdk boleh kita ‘bawa’ ketika ‘berlari’ dalam kehidupan ini yaitu: rintangan dan dosa. 2 hal ini yg perlu kita hadapi dan atasi spya kita hidup dgn ritme yg benar hingga akhir hidup kita penuh dgn pengalaman yg amat mengesankan dan siap berhadapan nanti dgn Tuhan.

Apa saja rintangan hidup kita? Pastinya ini dilakukan pihak lain yg mau menggagalkan kita utk ‘berlari cepat’ dlm hidup ini. Semua rintangan hrs disingkirkan, artinya dengan cepat merusak dan membuang rintangan itu. Dlm hidup ini kita perlu ‘merusak’ yang iblis rencanakan utk kita, menggagalkan yg iblis jadikan rintangan itu. Perlu kuasa dan hikmat dr Tuhan utk melakukannya. Selain itu ada dosa yg menjerat, dosa membuat kita tertahan utk ‘berlari’, hingga akhirnya kita gagal masuk finish, dosa memalingkan pandangan kita dr Tuhan pd nikmatnya yg dosa berikan utk kedagingan kita. Dosa ini membuat kita tdk fokus menyiapkan masa depan, berpikir semuanya pasti tetap akan baik, namun lupa bhw iblis mau merusak semuanya itu. Jadi dlm hidup ini kita harus siap menghadapi rencana dr iblis dan jerat dosa yg ingin menghambat kita ‘berlari’.

Tuhan ingin kita ‘berlari’ bebas, fokus pada hidup kita, bgmna nantinya kita mengakhiri hidup kita sampai di garis finish terakhir yg akan kita masuki, Tuhan ada di sana.

Posted in Renungan | Comments Off on Langkah Kehidupan

Tentang Iman

DI 20012026

Ibrani 11:1
Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Iman itu spt apa? Kadang beriman selalu dikaitkan dgn pertolongan Tuhan, percaya Tuhan berkuasa, tapi apakah hanya itu yg kita maknai dgn iman?

Pertama, iman adalah dasar dr segala apa yg kita harapkan, yg namanya berharap itu sesuatu yg diinginkan utk terjadi, artinya ini yg belum terjadi, bukan masa lalu, tapi kita yakin itu akan terjadi karena kita pny dasar utk berharap. Misalnya, seseorg yg sedang sakit parah dan bs ditangani dokter yg sdh terkenal ahli di bidangnya, stlah diperiksa, dikatakan pasti sembuh jika dioperasi, jadi si pasien ini punya dasar untuk berharap yg dikatakan dokter ahli itu layak dipercaya. Dlm dirinya ada keyakinan: pasti sembuh & nantinya hidup sehat kembali. Beriman itu hrs punya dasarnya yaitu apa yg dikatakan oleh Tuhan: apa yg tertulis dlm Alkitab, dan yg Tuhan katakan sendiri secara pribadi pd kita, ini kita kenal sebagai suara Tuhan. Jd beriman itu sederhananya: berharap pada Tuhan karena Dia punya kepastian dapat mewujudkan dan menggenapi firman-Nya.

Kedua, bukti dr segala sesuatu yg tdk kita lihat. Namanya bukti berarti bukan tentang yg belum terjadi atau waktu ke depan, tapi yg sdh terjd dan bs dibuktikan. Jadi ini ttg segala sesuatu yg telah ada, telah terjd dan layak dipercaya. Percaya bhw Tuhanlah yg menjadikan alam semesta, percaya firman Tuhan ya dan amin, percaya isi Alkitab itu benar adanya, bs dibuktikan bahkan oleh cara ilmiah maupun sejarah. Paling utama adalah percaya Tuhan itu ada dan memang nyata. Tuhan itu ada terbukti dr banyaknya kesaksian bgmna ditolong Tuhan, mujizat yg terjadi dan perjumpaan dgn Tuhan yang secara pribadi. Jadi beriman itu ttg hal yg diharapkan akan terjadi dan yakin tentang apa yg sdh terjadi karena dapat dibuktikan. Keduanya hrs ada sehingga dasar yg kita miliki utk mengimani sesuatu itu kuat.

Bgmna dgn kondisi iman kita? Menghadapi badai hidup ini, kita punya dasar utk dapat berharap Tuhan menggenapi firman-Nya, karena di waktu sebelumnya, Dia telah dgn nyata terus menerus menolong kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Tentang Iman

Oleh Iman

DI 19012026

Ibrani 11:8
Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.

Mengikuti petunjuk Tuhan yg tidak banyak informasi di dalamnya, ini suatu keputusan yg ‘nekad’, tdk semua org berani untuk mau taat dlm hal spt ini.

Kalau semuanya jelas, tahapan-tahapan yg hrs dilakukan itu diberitahukan, informasi ttg akhir tujuan jg banyak, tentunya hampir semua org akan lebih mudah taat dengan penuh semangat, tapi ketika perintah yang diberikan itu kelihatannya ‘buram’, banyak resikonya, beranikah kita utk taat? Apalagi Tuhan itu tdk kelihatan, bermodalkan iman yg kita punya, sesuatu yg bahkan mungkin bs mengancam nyawa, sekali lagi, maukah kita taat? Manusia lebih dipengaruhi oleh apa yg diterima inderanya, realita yg terjadi kadang tdk sesuai perkiraan. Tp Abraham taat meskipun apa yg akan dia hadapi itu tdk jelas, belum diberitahukan Tuhan. Yang bs kita lihat adalah bhw kejadian spt ini di dlm iman adalah sebuah ujian iman yang Tuhan ingin tahu bgmna kondisi iman kita yg sebenarnya.

Abraham taat karena dia punya iman, hal ini yg hrs kita pahami, biasanya kita hanya memahami ketaatan sbg wujud dari rasa takut, tdk berani melawan, atau karna atas dasar kasih pd Tuhan, tapi dlm ayat ini ada suatu pelajaran yaitu Abraham taat karena dia beriman pada Tuhan. Ujian iman selalu disertai ‘reward’ atau Tuhan menjanjikan sesuatu, kalau gagal ya tdk dapat apa-apa, tp kalau berhasil, dapat yg dijanjikan Tuhan serta kenaikan level iman. Taat walau tidak jelas tahapan yg hrs dilakukan, tdk tahu ttg apa yg hrs dihadapi, hanya modal percaya penuh pd Tuhan, tdk semua org lulus ujian iman ini. Manusia cenderung bergantung pd logikanya, apa yg ditangkap inderanya, mudah gentar dan takut, tetapi orang yang memiliki iman percaya pd penyertaan dari Tuhan, kalau Dia memberi perintah, Dia jg akan menyertai.

Taatlah walau perintah Tuhan itu tdk bgtu banyak informasi di dalamnya, memang di waktu ke depan, akan ada banyak hal yang hrs dihadapi, tetapi kita punya penyertaan Tuhan di setiap langkah kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Oleh Iman

Upah Mencari Tuhan

DI 17012026

Ibrani 11:6 ILT3
Namun tanpa iman, mustahil untuk menjadi berkenan. Sebab siapa yang mendekat kepada Elohim, ia harus percaya bahwa Dia ada, dan bahwa Dia adalah pemberi upah kepada mereka yang sungguh-sungguh mencari Dia.

Apa yg dimaksud dgn mencari Tuhan? Dia ada di surga, kita tak mungkin menemukan Dia di surga karena kita masih hidup dalam dunia ini.

Kata mencari dlm ayat ini, bahasa aslinya ialah ekzēteō yg berarti ‘search out’ (cari), ‘investigation crave’ (penyelidikan disertai mendambakan), ‘require seek after’ (butuh) dan ‘worship’ (penyembahan). Jd mencari Tuhan dapat dimaknai sbg suatu tindakan mendambakan bertemu Tuhan dgn suatu penyelidikan mendalam untuk menyembah Dia setelah menemukan-Nya karena itulah kebutuhan rohani setiap org. Bkn sekedar mencari utk memohon pertolongan, tetapi ada dasar niat kerinduan utk menyembah Dia utk memenuhi kebutuhan rohani setiap org. Tentu saat ‘bertemu’ Tuhan, kita pasti hrs menyembah Dia, jadi jgn hanya datang ke Tuhan utk urusan duniawi kita saja, tapi datang pd Tuhan dgn niat utk menyembah Dia. Kedekatan kita dgn Tuhan pastinya itu akan membangun kerohanian kita.

Tuhan itu pemberi upah bagi mereka yang mencari Dia, bagian kita mencari Tuhan dg cara yg benar: mencari dengan iman, tanpa iman kita tdk mgkin bertemu Tuhan. Harus percaya bhw Dia itu ada dan nyata, walau tdk terlihat mata jasmani kita. Dlm realita kehidupan, kadang timbul keraguan, benar tidak sih Tuhan itu ada? Kalau ada kenapa Dia membiarkan semua ini terjadi? Di sini pentingnya mencari Tuhan, investigasi ttg Tuhan, sehingga kita tdk berpikir yg salah ttg Tuhan. Tuhan itu ada dan nyata, tetapi kita yg adalah manusia tdk berhak untuk mengatur Tuhan utk bertindak, Dia punya kedaulatan dan perhitungan-Nya sendiri, kapan Dia diam, kapan Dia bertindak, itu semua Dia yg mengaturnya. Semua hal yg Tuhan izinkan terjd, Dia mampukan setiap kita utk menanggungnya hingga selesai pd waktunya.

Carilah Tuhan dgn pemahaman yg benar, temukan Dia utk menyembah Dia, upah yg Tuhan sediakan bagi kita pasti kita terima dan itu berguna bagi kehidupan kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Upah Mencari Tuhan

Menabur dan Menuai

DI 15012026

Yohanes 4:37-38
Sebab dalam hal ini benarlah peribahasa: Yang seorang menabur dan yang lain menuai.
Aku mengutus kamu untuk menuai apa yang tidak kamu usahakan; orang-orang lain berusaha dan kamu datang memetik hasil usaha mereka.”

Menuai yg org lain tabur, bukankah ini tidak sejalan dgn hukum tabur tuai? Orang yang menabur, dialah yg berhak menuai. Dalam pengertian umum berlaku spt itu.

Hal di atas hanya berlaku utk semua yang dikerjakan secara perorangan, dia menabur maka dia berhak menuai. Namun utk suatu yg dikerjakan secara bersama-sama/lebih dr 1 org dan dlm jangka waktu panjang, yg terjd adalah spt org dlm lomba lari estafet, ada 4 pelari yg bergantian berlari dan yang terakhir akan menentukan kemenangan yg diraih. Artinya itu kemenangan kelompok, bukan kemenangan perorangan. Dalam hal ini maka ada yg menabur, org lain menuai, ini adil karna hasilnya ialah milik bersama. Pemberitaan Injil telah Yesus lakukan dan hasilnya terlihat pd zaman para rasul, ada banyak org yg percaya, tidak bs dikatakan bhw ribuan org bertobat hanya hasil dari khotbah Petrus di hari Pentakosta, org-org ini sebagian pasti telah mendengar Injil yg Yesus beritakan.

Dlm banyak hal lain, misalnya pelayanan di gereja, tdk layak disebutkan keberhasilan yg dicapai hanya karena figur pendeta yg berkharisma saja, itu semua hasil semua pelayan Tuhan di gereja itu, mulai dr yang di atas panggung mimbar, hingga mereka yg beres-beres dan bersih-bersih, semua menabur di pelayanan, dan hasilnya tentu milik bersama. Kadang kita hanya menjadi penerus, org lain telah merintisnya dahulu, dan mgkin saja org lain setelah kita yang menuai hasilnya. Di sinilah kita perlu untuk menunjukkan kerendahan hati, walau BKN kita yg menuai, tp bersyukurlah Tuhan beri kita kesempatan utk berpartisipasi dalam apa yg dilakukan. Kembali pd pemikiran yg kita pilih: ingin nama Tuhan dimuliakan kah atau nama pribadi kita? Kadang visi dapat terselip ambisi yg tdk murni.

Lakukanlah yg jadi bagian kita, entah untuk menabur, meneruskan, atau yg menuainya, bersyukurlah Tuhan masih memakai kita, itu satu kesempatan yang berharga.

Posted in Renungan | Comments Off on Menabur dan Menuai

Tidak Nebeng Lagi

DI 14012026

Yohanes 4:42
dan mereka berkata kepada perempuan itu: “Kami percaya, tetapi bukan lagi karena apa yang kaukatakan, sebab kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu, bahwa Dialah benar-benar Juruselamat dunia.”

Menurut pandangan manusia umumnya, yg pantas dijadikan tuhan itu harus memenuhi kriteria yg sesuai dgn apa yg mereka sndri tetapkan.

Itulah mengapa manusia tdk memiliki satu agama saja, karena ada unsur kriteria yang mereka miliki ttg yg pantas disebut ‘tuhan’ buat mereka, tuhan itu harus ini, itu, begini dan begitu. Mengapa mereka tdk percaya bhw Yesus adalah Tuhan, itu karena tidak memenuhi kriteria mereka, selain dr faktor keturunan yg otomatis beragama tertentu. Dlm ayat yg kita baca, org-org br percaya bhw Yesus itu Juruselamat dunia setelah melihat dan mendengar sendiri, padahal org di kampung itu adalah kebanyakan org Samaria, yg jg percaya Tuhan (YHWH) itu. Jadi manusia selalu menuntut pembuktian barulah mereka percaya. Kita sbg Kristen yakin bhw menjd umat Tuhan itu panggilan Tuhan, Dia yg menentukan dan memilih utk kita menjd umat-Nya (Yohanes 15:16).

Awalnya para org Samaria di kampung itu percaya dari apa yg dikatakan perempuan Samaria yg bertemu Yesus, Yesus itu yang mereka nantikan sbg Mesias, tahu tentang semua yang diperbuat oleh perempuan itu, dan pd akhirnya mereka menemui sendiri Yesus dan akhirnya percaya penuh. Dahulu percaya sebatas perkataan org, ibaratnya ada org yg percaya Yesus dr kesaksian org ataupun khotbah ttg Yesus, tapi kemudian mengalami sendiri perjumpaan dgn Tuhan secara pribadi, melihat tanda dan mujizat, ditolong Tuhan, dsbnya. Imannya dahulu ‘nebeng’ iman org lain, tetapi skrg setelah mengalami Tuhan, imannya sudah berdiri di atas dasar percaya penuh, sudah punya dasar sendiri yaitu percaya pd firman-Nya serta berjalan bersama Tuhan dalam hidup ini.

Iman kita jgn ‘nebeng’ iman org lain, selalu ingini pengalaman pribadi bersama Tuhan langsung, karena masuk surga itu urusan pribadi, bukan ‘gandeng-gandengan’.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Nebeng Lagi